CERITA SEX – NGENTOT BERSAMA MANTAN MURID BINAL

CERITA SEX - NGENTOT-BERSAMA-MANTAN-MURID-BINAL
CERITA SEX - NGENTOT-BERSAMA-MANTAN-MURID-BINAL

CERITA SEX – NGENTOT BERSAMA MANTAN MURID BINAL


CERITA SEX – NGENTOT BERSAMA MANTAN MURID BINAL – Kisah dan Cerita Panas ini berawal dari keberanian mantan muridku, Bernama Jerry. Tampaknya sejak SMP dia sudah sering mengintip dan memperhatikan tubuhku yang molek. Sebenernya cerita dewasa ini tak layak diceritakan. Tapi, apa mau dikata perbuatan itu telah kami lakukan, dan kenikmatan itu ingin kami bagikan disini.

Namaku Asmidah, tinggi 160 sentimeter, Tubuhku terbilang Sexy dan Semok Aku memiliki payudara yang besar sekitar 36B Kencang sehingga terlihat lebih menggairahkan ditambah lagi aku pake pakaian ketat membuatku semakin terlihat semok. Aku adalah Seorang janda yang ditinggal suami selama 1 tahun, aku menjadi seorang guru olaraga di Sekolah SMP/SMA BINA SATRIA

Jerry adalah muridku disekolah dia sangat rajin dan humble. Dalam waktu sebulan saja dia sudah menyatu dengan keluargaku, bahkan suamiku sering mengajaknya Renang bersama. Aku juga menjadi terbiasa dengan kehadirannya, awalnya aku sangat menjaga penampilanku bila di depannya. Aku tidak malu lagi mengenakan baju kaos ketat yang bagian dadanya agak rendah, lagi pula Jerry biasa2 saja jika aku mengenakan pakaian yang agak menonjolkan lekuk tubuhku.

Sekitar 3 bulan setelah kedatangannya, suamiku mendapat tugas untuk mengatur proyek disigapura selama 2tahun. Aku sangat berat melepasnya, karena aku bingung bagaimana menyalurkan kebutuhan sex-ku yang masih menggebu-gebu. paling tidak seminggu 5 kali.

Awalnya biasa saja, tapi setelah 5 bulan berlalu kesepian ini selalu menyiksaku. Itu membuat aku menjadi uring-uringan. Setelah makan, aku lalu tidur-tiduran di sofa di depan TV. Tak lama terdengar suara pintu dIbuka dari kamar Jerry.

Kudengar suara langkahnya mendekatiku.

“Bu midah?”Aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat. Setelah beberapa saat lengang, tiba-tiba aku tersontak ketika. kuintip melalui sudut mataku, ternyata Jerry sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian pahaku, Hatiku menjadi berdebar-debar tak karuan, aku terus berpura-pura tertidur.

“Bu midah..?” Suara Jerry terdengar keras, kukira dia ingin memastikan apakah tidurku benar-benar nyeyak atau tidak.

Aku memutuskan untuk pura-pura tidur. Kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai keleher.

Aku mencoba tetap tenang agar pemuda itu tidak curiga. Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus belahan dadaku, Kuintip lagi, wajah pemuda itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin ia belum tahu kalau aku pura-pura tertidur kuatur napas selembut mungkin.

Lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, aku mencoba bertahan, aku ingin tahu apa yang ingin dilakukannya terhadap tubuhku. Tak lama kemuadian aku merasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH berwarna hitam, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati elusannya, lalu aku merasakan buah dadaku mulai diremas-remas, aku merasakan seperti ada sesuatu yang sedang bergejolak di dalam tubuhku,

Tak lama kemudian kurasakan tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat, Kurasakan tangannya gemetar saat memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Jerry mendekatkan wajahnya ke arah buah dadaku. Lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku terus bertahan. Kulirik puting susuku yang berwarna merah coklat sudah mengkilat oleh air liurnya, mulutnya terus menyedot puting susuku disertai gigitan-gigitan kecil. Perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali.

Tangan kanan Jerry mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku, lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku. Jantungku berdetak keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku. Jari-jari Jerry mencoba memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri Sandiwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.

“Jerry!! kamuu ngapain?”

Aku berusaha bangun duduk, tapi tangan Jerry menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Jerry mecium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak dengan mengerahkan seluruh tenagaku. Tapi vmakin keras menekan pundakku, malah sekarang pemuda itu menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditindih tubuhnya yang besar dan kekar berotot. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku.

“Bu.., maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya Bu… ” Jerry melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.

“Kamu kan masih muda, masaa suka bersetubuh dengan yang tua” Ujarku lembut.

“Tapi saya sudah tergila-gila dengan Bu Asmidah..” jawab Jerry.

“Yasudah terserah kamu saja, Ibu pasrah saja”

Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tidak tahan ingin dijamah olehnya.

Lalu Jerry melumat bibirku dan pelan-pelan aku meladeni permainan lidahnya. Kedua tangannya meremas-remas pantatku. Untuk membuatnya semakin membara, Didalam kamar mandi, kubuka semua pakaian yang ada di tubuhku, kupandangi badanku di cermin. Keluar dari kamar mandi, Jerry persis masuk kamar. Matanya terbeliak melihat tubuh sintalku yang tidak berpenutup sehelai benangpun.

“Body Ibu bagus banget.. sekarangg” dia memuji sembari mengecup putting susuku yang sudah mengeras sedari tadi. Tubuhku disandarkannya di tembok depan kamar mandi. Lalu diciuminya sekujur tubuhku, mulai dari pipi, kedua telinga, leher, hingga ke dadaku. Sepasang payudara montokku habis diremas-remas dan diciumi. Putingku setengah digigit-gigit, digelitik-gelitik dengan ujung lidah, juga dikenyot-kenyot dengan sangat bernafsu.

Dengan bergegas kuloloskan celana dalamnya. Jerry lalu duduk di pinggir ranjang dengan kedua kaki mengangkang. sementara aku berlutut meraih batang penisnya, sehingga kini kami sama-sama bugil. Agak lama aku mencumbu kemaluannya, Jerry minta gantian, dia ingin mengerjai vaginaku.

“Masukin sekarang yuah, Ibu sudah ingin ngerasain penis kamu Jer!” Cegahku sambil menciumnya.
“Sudah enggak sabar ya ?” godanya.
“iyahlah ibu juga tau kamu mau ngerasain tempek ibu kan, nih buruan sodok” kataku sambil mengangkang lebar mentepuk2 memekku.

Jerry tersenyum lalu menarik tubuhku. Kami berpelukan, berciuman rapat sekali, berguling-guling di atas ranjang. Ternyata Jerry pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Terasa vaginaku semakin berdenyut-denyut, lendirku kian membanjir.

Terakhir dia membalikkan tubuhku hingga telungkup, lalu diciuminya kedua pahaku bagian belakang, naik ke bongkahan pantatku, terus naik lagi hingga ke menungging. Birahiku menggelegak-gelegak.

Jerry menyelipkan tangan kirinya kebawah selangkagan, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku membelakangi Jerry, lalu diremas-remasnya buah dadaku.

Lidahnya terus menjilat-jilat tengkuk, telinga, dan sesekali pipiku. Sementara itu tangan kanannya mengusap-usap vaginaku dari belakang. Terasa jari tengahnya menyusup lembut ke dalam liang vaginaku yang basah merekah.

“Vagina Ibu bagus, tebel, pasti enak Ngentot sama Ibu…,” dia berbisik persis di telingaku.

Tangan kirinya menggenggam dan meremas gemas buah dadaku, sementara yang kanan mengangkat sebelah pahaku semakin tinggi. Lalu…, terasa kontolku menyeruak masuk ke liang vaginaku dari arah belakang. Oh, my God, dia telah memasukkan kontolnya..

Kunikmati inci demi inci batang kemaluan Jerry memasuki liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat luar biasa.

“Oohh…,OoohhOoohh aahkks Eennakkk Ssmmmggg” sesaat kemudian aku mulai bereaksi tak karuan. Tubuhku langsung menggerinjal-gerinjal, sementara Jerry mulai memaju mundurkan kontolnya. Mulutku mulai merintih-rintih tak terkendali.

“Jerrrrr, penismu enaaak…!!!,” kataku setengah menjerit.

Jerry tidak menjawab, melainkan terus memaju mundurkan kontolnya. Gerakannya cepat dan kuat, bahkan cenderung kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit dibuatnya. Batang kontolnya yang besar itu terasa membongkar liang vaginaku sampai ke dasar.

“Oohh…ooohh, aahhh ahhh ahhh mmmhh sshhh” rancauku

Jerry malah semakin bersemangat mendengar jerit dan rintihanku. Aku semakin erotis.

“Aahh, penismu…, oohh, aarrghh…, penismuu…, oohh…!!!”

Jerry terus menggecak-gecak. Tenaganya kuat sekali, apalagi dengan batang penis yang luar biasa keras dan kaku. Walaupun kami bersetubuh dengan posisi nungging, nampaknya Jerry sama sekali tidak kesulitan menyodokkan batang kontolny pada vaginaku. Orgasmeku cepat sekali terasa akan meledak.

“Ibu mau keluar! Ibu mau keluaaar!!” aku menjerit-jerit.
“Yah, yah, yah, aku juga, aku juga! Enak banget ngentot sama Ibu!” Jerry menyodok-nyodok semakin kencang.
“Sodok terus, jerrr!!!… Yah, ooohhh, yahh, ugghh!!!”
“Teruuss…, arrgghh…, sshh…, ohh…, sodok terus penismuuu…!”
“Oh, ah, uuugghhh… ”
“Enaaak…, penis kamu enak, penis kamu sedap, yahhh, teruuusss…”

Tangan kananku meraih pantat Jerry, kuremas bongkahan pantatnya, sementara paha kananku mengangkat lurus tinggi-tinggi. Terasa vaginaku berdenyut-denyut kencang sekali. Aku orgasme!

Sesaat aku seperti melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Jerry mengecup-ngecup pipi serta daun telingaku. Sejenak dia membiarkan aku mengatur nafas, Aku baru sadar bahwa ternyata dia belum mencapai orgasme.

Dengan agak lemas akibat orgasme yang luar biasa, kuatur posisi tubuhku hingga telentang mengangkang lebar. Jerry mengikuti gerakanku, batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap menancap dalam vaginaku.

Aku menikmati gerakan maju-mundur penis Jerry dengan diam. Kepalaku tertunduk, kuatur kembali nafasku. Tidak berapa lama, vaginaku mulai terasa enak kembali. Kuangkat kepalaku, menoleh ke belakang. Jerry segera menunduk, dikecupnya pipiku.

“Kamu kuat banget diranjang sayang, Ibu puas banget kamu buat! Ooouuhhhhgg” kataku terus terang.

“Emangnya Ibu suka kalau aku cepet keluar?” jawabnya lembut di telingaku.

Aku tersenyum, kupalingkan mukaku lebih ke belakang. Jerry mengerti, diciumnya bibirku. Lalu dia menggenjot lebih cepat. Dia seperti mengetahui bahwa aku mulai keenakan lagi. Maka kugoyang-goyang pinggulku perlahan, ke kiri dan ke kanan.

Jerry melenguh. Diremasnya kedua bongkah pantatku, lalu gerakannya jadi lebih kuat dan cepat. Batang kemaluannya yang luar biasa keras menghunjam-hunjam vaginaku. Aku mulai mengerang-erang lagi.

“Oorrgghh…, aahh…, ennaak…, penismu enak bangeett… Jerr!!”

“Terus, Sayang…, teruuusss…!”desahku.

“Aarrgghhh…!!!” aku menjerit.
“Aku hampir keluar!” Jerry bergumam. Gerakannya langsung cepat dan kuat. Aku tidak bisa bergoyang dalam posisi seperti itu, maka aku pasrah saja, menikmati gesekan2 keras batang kemaluan Jerry. Kedua tanganku mencengkeram sprei kuat-kuat.

“Terus, Sayang…, teruuusss…!”desahku.
“Ooohhh, enak sekali…, aku keenakan…, enak nikmatii memekmu” Erang Jerry
“Memekk ibu aahhh ennakk bangett sayanngg enakann” Balasku.
“Aku sudah hampir keluar, Buu…, Memek Ibu enak bangeet… ”
“Ibu juga mau keluar lagi, tahan dulu! Teruss…, yaah, aku juga mau keluarr!”

“Ah, oh, uughhh, aku enggak tahan, aku enggak tahan, aku mau keluaaar…!”
“Yaahh teruuss, sodok teruss!!! Ibu enak enak, Ibu enak, jeerrr…, aku mau keluar, aku mau keluar, vaginaku keenakan, aku keenakan NGENTOT sama kamu…, yaahh…, teruss…, aarrgghh…, ssshhh…, uughhh…, aarrrghh!!!”

Tubuhku mengejang sesaat sementara otot vaginaku terasa berdenyut-denyut kencang. Aku menjerit panjang, tak kuasa menahan nikmatnya orgasme. Pada saat bersamaan, Jerry menekan kuat-kuat, menghunjamkan batang kemaluannya dalam-dalam di liang vaginaku.

“Oohhh…!!!” dia pun menjerit, sementara terasa kemaluannya menyembur-nyemburkan cairan mani di dalam vaginaku. Nikmatnya tak terkatakan, indah sekali mencapai orgasme dalam waktu persis bersamaan seperti itu.


CLICK VIDEO>>> STREAMING BOKEP <<<CLICK VIDEO

CERITA SEX - NGENTOT-BERSAMA-MANTAN-MURID-BINAL


Cerita Seks, Cerita Dewasa, Cerita Bokep, Cerita Mesum, Cerita Porno, Cerita Sex Sedarah, Cerita Hot, Cerita Panas, Cerita Sange, Cerita Sex, Memek Perawan, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Kakak, Cerita Sex Abg, Cerita Pemerkosaan, Tante Kesepian, Cerita Sex Pembantu, Cerita Seks Dewasa , Cerita Dewasa Tante, Cerita Dewasa Tante Girang , Cerita Sex Anal, Cerita Sex Tetangga , Cerita Dewasa Spg, Cerita Dewasa Janda, Cerita Sex Sekolah,   Cerita Dewasa Sange, Cerita Dewasa Binal, Cerita Sex Psk, Cerita Dewasa Threesome, Cerita Dewasa Desahan, Cerita Dewasa Perkosa, Cerita Nakal