CERITA SEX – NGENTOT MESUM SAMPE ORGASME BERULANG KALI

CERITA SEX - NGENTOT-MESUM-SAMPE-ORGASME-BERULANG-KALI
CERITA SEX - NGENTOT-MESUM-SAMPE-ORGASME-BERULANG-KALI

CERITA SEX – NGENTOT MESUM SAMPE ORGASME BERULANG KALI


CERITA SEX – NGENTOT MESUM SAMPE ORGASME BERULANG KALI – Perkenalkan namaku Erpan umur sudah 30 tahun, postur tubuh biasa saja, seperti rata-rata orang Indonesia, tinggi 170 cm, wajahku lumayan, kulit putih.

Hari itu aku berangkat kerja naik bis kota. Seperti hari Senin pada umumnya bis kota terasa jarang. Entah karena armada bis yang berkurang, Setelah hampir satu jam berlari ke sana ke mari, akhirnya aku mendapatkan bis.

Dengan nafas ngos-ngosan dan mata kesana kemari, akhirnya aku mendapat tempat duduk di bangku dua yang sudah terisi seorang wanita. Kuhempaskan pantat dan kubuang nafas pertanda kelegaanku mendapatkan tempat duduk, Aku ingin menegur wanita di sebelahku, tapi keberanianku tidak cukup dan kesempatan belum ada, karena dia lebih banyak melihat ke luar jendela atau sesekali menunduk.

Tiba-tiba ia menoleh ke arahku sambil melirik jam tangannya.
“Mmacet sekali ya?” katanya yang tentu ditujukan kepadaku.
“Biasa Mbak, udah biasa. Mau kemana?” sambutku sekaligus membuka percakapan.
“Oh ya. Saya dari Cileduk, habis bermalam di rumah orang tua dan mau pulang ke Villa Mas” jawabnya.
Belum sempat aku buka mulut, ia sudah melanjutkan pembicaraan,
“Kerja dimana Mas?”
“Daerah Sudirman,” jawabku.

Aku perhatikan wajahnya Bibirnya tipis, pipinya halus, dan rambutnya berombak. Sedikit ke bawah, dadanya tampak menonjol, kenyal menantang. Aku menelan ludah. Tanpa terasa bis sudah memasuki terminal Blok M, berarti kantorku sudah terlewatkan. Kami turun. dan mencari kafe untuk bersantai sejenak. Kebetulan aku belum sarapan dan lapar. Sambil menikmati nasi goreng hangat dakhirnya kami sepakat mencari hotel. Setelah menelepon kantor untuk minta cuti sehari, kami berangkat.

Sesampai di kamar hotel, aku langsung mengunci pintu dan menutup rapat kain horden jendela. Kupastikan tak terlihat siapapun. Lalu kulepas sepatu dan menghempaskan badan di kasur yang empuk. Kulihat Zahra tak tampak, ia di kamar mandi. Kupandangi langit-langit kamar, dadaku berdetak lebih kencang, pikiranku melayang jauh tak karuan. Tiba-tiba terdengar suara tanda kamar mandi dibuka Zahra keluar, Kini tampak di hadapanku pemandangan yang menggetarkan jiwaku. Hanya memakai baju putih tipis tanpa lengan. Tampak jelas di dalamnya BH hitam yang tak mampu menampung isinya,

Mungkin ia tahu kalau aku terpesona dengan gunung besarnya. Ia lalu mendekat ke ranjang, melatakkan kedua tangannya ke kasur, mendekatkan mukanya ke mukaku,
“Mas..”
Aku yang sudah menahan nafsu sejak tadi, langsung mendekatkan bibirku ke bibirnya. Kami larut dalam lumat-lumatan bibir dan lidah tanpa henti. Kadang berguling, sehingga posisi kami bergantian atas-bawah. Kudekap erat dan kuelus punggungnya terasa halus dan harum.Tampak ia nafsu sekali. Aku melepas bajuku, Aku lepaskan semua pakaianku. Kini aku hanya memakai CD. Ia tampak bengong memandangi CD-ku yang menonjol.

“Lepas aja pakaianmu, biar lebih leluasa” kataku.
“Malu ah..” katanya.
“Kan nggak ada yang lihat. Cuma kita berdua,” kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya.
Dia menutup dada dengan kedua tangannya tapi membiarkan aku membuka semua kancing. Kini tinggal BH dan celana panjang yang dia kenakan. Karena malu, akhirnya dia mendekapku erat-erat. Dadaku terasa penuh dan empuk oleh susunya, nafsuku naik lagi satu tingkat, “burung”-ku tambah mengencang.

Dalam posisi begini, aku cium dan jilati leher dan bagian kuping yang tepat di depan bibirku. “Ach.. uhhh..” hanya itu yang keluar dari mulutnya. Mulai terangsang, pikirku. Setelah puas dengan leher dan kuping kanannya, kepalanya kuangkat dan kupindahkan ke dada kiriku. Kuulangi gerakan jilat leher dan pangkal kuping kirinya, persis yang kulakukan tadi. Kini erangannya semakin sering dan keras.

“Mas.. Mas.. geli Mas, enak Mas..” Sambil membelai rambutnya yang sebahu dan harum, kuteruskan elusanku ke bawah, ke tali BH hingga ke pantatnya yang bahenol, naik-turun.

Jilatanku kini sampai di Payudaranya itu dan lidahku menjilati dan mengigit lembut semua permukaan daerah putingnya. Kudengar ia terus melenguh keenakan.
“Mas.. Ahhhahhh Eennak Mass,,,” lenguhannya membuatku semakin horny.
“sayang putingmu udah ngeras banget yah” Kataku menggit2 manja putingnya.
“zarr.. susumu bagus sekali, aku sukaa banget,” pujiku sambil Meremas2 susu besar menantang itu. Putingnya putih-kemerahan, sudah keras.

Kini aku bisa memainkan gunung kembar sesukaku. Kujilat, kupilin putingnya, kugigit, lalu kugesek-gesek, Zahra kelojotan, merem melek, “Uh.. uh.. ahh..sshhhaaahh” Setelah puas di daerah dada, kini tanganku kuturunkan di daerah selangkangan, Kuusap perlahan dari dengkul lalu naik. Kadang menjepit tangan nakalku.

Kini jari tengahku mulai mengelus perlahan, turun-naik di bibir memeknya. Perlahan dan mengambang. Kurasakan di sana sudah mulai basah meski belum becek sekali. Ketika jari tengahku mulai masuk, Zahra mengaduh,
“Mas.. Mas.. geli.. enak.. terus..!” Kuraih tangan Zahra ke arah selangkanganku
“Mas.. keras amat.. Gede amat?” katanya dengan nada manja setelah meraba burungku.
“Mas.. Zahra udah nggak tahan nikh, masukin ya..?” pintanya setengah memaksa, karena kini batangku sudah dalam genggamannya dan dia menariknya ke arah vagina.

Ketika kurapatkan Kontolku kememeknya, reflek tangan kirinya menangkap dan kedua kakinya diangkat. “Mas.. pelan-pelan ya..” Dibimbingnya burungku masuk ke sarang kenikmatan yang baru saja sempit. sudah basah, Perlahan kumasukkan ujungnya,
“Sret.. sret..” Zahra mengaduh,
“Uh.. pelan Mas.. sakit..” Kutarik mundur sedikit lagi, kumasukkan lebih dalam, akhirnya..
“Bles.. bles..” barangku masuk semua. Zahra langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik,
“Mas.. enak, Mas enak.. enak sekali.. kamu pria kesayanganku.” Begitu berulang-ulang sambil menggoyangkan pinggul, tanpa kumengerti apa maksud kata “suami”.

“Aahh ahhh ennakk mass! Eennakk Aahhsssnnnnmmm”
“Iyahh sayang memekmu pun enakk!! aahhmmsss”
“Iyyah,Iyyahh Ennak Aahh ahhh ahhh”

Zahra tiba-tiba badannya mengejang, kulihat matanya putih,
“Aduuh.. Mas.. aku.. enak.. keluaar..” tangannya mencengkeram rambutku. Aku hentikan sementara tarik-tusukku dan kurasakan pijatan otot vaginanya mengurut ujung kontolku, sementara kuperhatikan Zahra merasakan hal yang sama, Setelah nafasnya tampak tenang, kucabut kontolku dari memeknya, Terkadang kontolku gesek-gesek di bibir atas vaginanya. Setiap kali gerakan ini kulakukan, dia langsung teriak,

“Enak.. terus, enak terus.. terus..” begitu
“Aduuhm Mas.. Zahra keluar lagi niikh..” teriaknya yang kusambut dengan mempercepat kocokanku.

Kurasakan ada kenikmatan yang luar biasa. Akhirnya aku putuskan untuk terus mempercepat kocokanku. Tekan, tarik, posisi pantatku kadang naik kadang turun dengan tujuan agar semua dinding vaginanya tersentung barangku yang masih keras. Kepala penisku terasa senut-senut,
“Zarrr.. aku mau keluar nikh..” kataku.
“He.. eeh.. terus.. Mas, aduuh.. gila.. Zahra juga.. Mas.. terus.. terus..”
“Crot.. crot..” maniku menyemprot beberapa kali, terasa penuh memeknya dengan maniku dan cairannya. Kami akhiri ronde pertama ini dengan klimaks bareng dan kenikmatan yang belum pernah kurasakan. Satu untukku dan tiga untuk Zarah.

Dia menurunkan kepalanya, dari dadaku, perut, dan akhirnya burungku yang sudah tegang dijilatinya dengan rakus.
“Enak Mas.. asin gimana gitu. Aku baru sekali ini ngrasain begini,” katanya terus terang. “Mmhhhh” lenguhnya sambil melepas isapannya. Lalu menegakkan badan, berdiri dengan dengkul sebagai tumpuan. Tiba-tiba kepalaku yang sedang menyandar di sisi ranjang direbahkan hingga telentang, lalu Zahra mengangkangiku.

Aku terlentang dan dia jongkok di atas perutku. Burungku tegak berdiri tepat di bawah selangkangannya.
“Mas.. Zahra gak tahaan..” Digenggamnya burungku dengan tangan kirinya, lalu dia menurunkan pantatnya. Kini ujung kemaluanku sudah menyentuh bibir vaginanya. Perlahan dan akhirnya masuk. Dengan posisi ini kurasakan, benar-benar kurasakan kalau barang Zahra masih sempit.

Vagina terasa penuh dan terasa gesekan dindingnya. Lendir memeknya sangat banyak membanjiri, aku makin menikmati ronde kedua ini.
“Aduuh.. Mas, enak sekali Mas. Aku belum puass mass sama koontoollmu!!”
“Aduuh.. Zahra enak Mas.. mau keluar nikh.. aduuh..” katanya sambil meraih tanganku diarahkan ke susunya. Kuelus, lalu kuremas dan kuremas lagi semakin cepat mengikuti, gerakan naik turun pantatnya yang semakin cepat pula menuju orgasme.

Akhirnya Zahra menjerit lagi pertanda klimaks telah dicapai. setelah klimaks dua kali dan tampak kelelahan dengan keringat sekujur tubuhnya, lalu aku rebahkan dia dengan mencopot kontolku. kumasukkan senjataku ke liang kenikmatannya. Posisinya aku berdiri di samping ranjang. Pantatnya persis di bibir ranjang dan kedua kakinya di pundakku. Aku sudah siap memulai acara penutupan ronde kedua. Kumulai dengan memasukkan burungku secara perlahan. “Uuhuuuuhhhhh..” hanya itu suara yang kudengar. Kumaju-mundurkan, cabut-tekan, burungku.

Setiap kali aku tekan mulutnya berbunyi, “Uhgh..” Lama-lama kepala batanganku terasa berdenyut.
“ZahhraAA.. aku mau keluar nikh..”
“Yah.. pompa lagi.. cepat lagi.. Zahra juga Mas.. Kita bareng ya.. ya.. terus..” Dan akhirnya jeritan..
“Aaauh..” menandai klimaksnya, dan kubalas dengan genjotan penutup yang lebih kuat merapat di bibir vagina, “Crot.. crott..” Aku rebah di atas badannya.


CLICK VIDEO>>> STREAMING BOKEP <<<CLICK VIDEO

CERITA SEX - NGENTOT-MESUM-SAMPE-ORGASME-BERULANG-KALI


Cerita Seks, Cerita Dewasa, Cerita Bokep, Cerita Mesum, Cerita Porno, Cerita Sex Sedarah, Cerita Hot, Cerita Panas, Cerita Sange, Cerita Sex, Memek Perawan, Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Kakak, Cerita Sex Abg, Cerita Pemerkosaan, Tante Kesepian, Cerita Sex Pembantu, Cerita Seks Dewasa , Cerita Dewasa Tante, Cerita Dewasa Tante Girang , Cerita Sex Anal, Cerita Sex Tetangga , Cerita Dewasa Spg, Cerita Dewasa Janda, Cerita Sex Sekolah,   Cerita Dewasa Sange, Cerita Dewasa Binal, Cerita Sex Psk, Cerita Dewasa Threesome, Cerita Dewasa Desahan, Cerita Dewasa Perkosa, Cerita Nakal